Mengapa Perlu Urban Farming ?

FOOD SECURITY / KETAHANAN PANGAN

Pertanian perkotaan (Urban farming) diperkirakan memproduksi 15 – 20 % dari pasokan pangan dunia, urban farming akan berperan penting dalam menciptakan ketahanan pangan global dimasa depan.

Tingkat pertumbuhanpenduduk yang meningkat dari tahun ketahun menyebabkan lahan pertanian dirubah menjadi lahan residensial. Lahan pertanian yang semakin terbatasi ini akan menyebakan kelangkaan pangan bila produktivitas lahan tidak meningkat.

Hidroponik dan akuaponik dapat menjadi salah satu cara untuk memaksimalkan produktivitas lahan yang ada. Hidroponik dan akuaponik telah terbukti dapat memproduksi jumlah sayuran yang lebih banyak jika dibandingkan dengan pertanian konvensional. Hidroponik dan akuaponik juga dapat menggunakan lahan-lahan di perkotaan seperti di atas atap yang tidak mungkin digunakan untuk pertanian konvensional.

CLIMATE CHANGE / PERUBAHAN IKLIM

Perubahan iklim yang terjadi akibat pemanasan global mengakibatkan kondisi cuaca yang tidak menentu. Musim kemarau yang panjang atau musim hujan yang terus menerus dapat menyebabkan berbagai kendala dalam pertanian termasuk gagal panen.

Pertanian konvensional juga menyebabkan efek lain seperti gas rumah kaca dan erositanah yang dapat menyebabkan perubahan iklim semakin parah. Hidroponik dan akuaponik merupakan teknik pertanian modern yang ramah lingkungan dengan menggunakan air yang lebih sedikit.

Greenhouse yang pada umumnya digunakan untuk hidroponik dan akuaponik dapat membantu menghadap iiklim yang tidak menentu.

FOOD SAFETY / KEAMANAN MAKANAN

Setiap tahun di dunia, sekitar 1 dari 10 orang sakit karena makan makanan yang telah terkontaminasi. Resiko yang disebabkan oleh makanan dapat menyebabkan 200 jenis penyakit akut atau kronis mulai dari infeksi saluran pencernaan sampai kanker.

Dengan adanya permintaan yang semakin meningkat karena jumlah penduduk yang meningkat, produsen makanan kadang melakukan segala cara untuk meningkatkan produksi dan penjualan.

Contohnya adalah penggunaan pestisida pada produksi sayuran untuk mencegah datangnya hama yang dapat menyebabkan gagal panen.

Contoh lain adalah pemberian antibiotik pada ternak untuk mencegah terkena penyakit.

Dengan hidroponik dan akuaponik, konsumen dapat menggunakan lahan rumah untuk menanam sayur dan memelihara ikan untuk konsumsi pribadi yang terhindar dari bahaya pestisida dan antibiotik.

%d bloggers like this: