Tips Menanam Hair Grass untuk Aquascape

Hairgrass yang nama latinnya Eleocharis parvula berasal dari Negara Amerika Selatan, merupakan tanaman sejenis rumput yang tumbuh di air. Hairgrass digunakan sebagai tanaman foreground atau tanaman karpet yang terdapat pada dasar aquarium.

Ada 3 jenis hairgrass yaitu

1. Hairgrass Dwarf

merupakan jenis hairgrass yang paling pendek dan biasa digunakan untuk tanaman karpet aquascape paling depan, tanaman ini cocok di berbagai ukuran tank.

2. Hairgrass Japan

Merupakan jenis hairgrass yang cukup panjang. Keunikan hairgrass japan berbeda dengan jenis hairgrass pada umumnya, mereka tumbuh menggunakan tunas, seperti tanaman crypto dan sagitaria. Dalam satu tunas biasanya berisi 3-9 daun. Tanaman hairgrass japan paling mudah beradaptasi di dalam tank. Kekurangan tanaman ini lebih cocok untuk background. Jika digunakan untuk foreground lebih cocok di tank dengan ukuran besar.

3. Hairgrass long

Merupakan jenis hairgrass yang mirip dengan jenis pertama, kelebihan tanaman ini memiliki ukuran yang panjang. sehingga biasanya dipakai untuk bagian belakang foreground.

 

Beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin menanam tanaman hairgrass, antara lain:

  • Tanaman hairgrass tidak memerlukan Co2 terlalu banyak.
  • Cahaya lampu memegang peranan yang penting didalam pertumbuhan tanaman hairgrass, oleh sebab itu penerangan yang konsisten dan stabil antara medium – high sangat dibutuhkan.
  • pH yang dibutuhkan antara 6.0 – 8.0, dengan kondisi optimal didalam aquarium antara 70 – 83o
  • Tinggi tanaman ini mencapai ukuran 3 – 10 cm.
  • Tanaman Hairgrass memerlukan pupuk yang cukup banyak.

 

sumber: ilmubididaya.com

 

Tips memilih pasir untuk kucing

Pasir kucing termasuk hal yang tidak terlewatkan untuk dibeli di petshop bagi pemilik kucing. Pasir merupakan elemen penting yang wajib dimiliki untuk mempermudah membersihkan kotoran dan kencing kucing. Pasir memang media yang sangat tepat dan secara natural kucing akan membuang kotoran di pasir baik pasir alami maupun pasir yang telah dimodifikasi. Berikut jenis-jenis pasir untuk kucing beserta kelebihan dan kekurangan sebagai bahan pertimbangan Anda sebelum membeli pasir untuk kucing.

1. Pasir Alami

Jenis nya dapat berupa tanah, pasir pantai, pasir lembut (tidak ada batuan/telah diayak).

Kelebihan

  • Natural sesuai dengan kebiasaan kucing di alam
  • Mudah didapatkan karena tersedia dengan bebas disekitar lingkunngan kita
  • Harganya murah

Kekurangan

  • Tidak menyerap bau sehingga bau asam dari kotoran kucing masih dapat menyebar dilingkungan
  • Tidak dapat digunakan kembali : pasir alami ini tidak dapat dicuci dan dikeringkan, sehingga penggunaannya hanya sekali saja dan langsung dibuang.
  • Tidak menyerap dengan baik kencing : pasir jenis ini tidak ketika terkena kencing akan basah, sehingga perlu langsung dibersihkan

 

2. Pasir Zeolit

Zeolit merupakan bahan alami yang terdapat dilingkungan yang telah dimanfaatkan pada berbagai bidang termasuk hewan peliharaan sebagai pasir modifikasi. Zeolit terdapat berbagai ukuran yang menentukan tekstur zeolit kasar maupun halus. Kemampuan zeolit untuk menyerap bau dimanfaatkan sebagai pasir modifikasi.

Kelebihan

  • Harganya murah
  • Cukup mudah didapatkan karena banyak tersedia di petshop
  • Cukup aman karena bersifat non toxic (tidak beracun)
  • Mudah menyerap bau termasuk bau ammonia yang terkandung di urin kucing
  • Menyerap cairan
  • Debu yang lebih sedikit
  • Dapat digunakan lebih dari sekali
  • Mudah dibersihkan

Kekurangan

  • Tidak menggumpal

3. Pasir Gumpal

Pasir gumpal umumnya mengandung sodium bentonite. Pasir gumpal ini terdapat dua macam, pasir wnagi maupun yang tidak beraroma.

Kelebihan

  • Sangat mudah untuk mengambil kotoran
  • Sangat mudah dibersihkan
  • Pasir selalu kering

Kekurangan

  • Harga sedikit lebih mahal
  • Menimbulkan resiko feses (kotoran) termakan oleh kucing terutama kucing usia muda

 

4. Pasir kristal silika

Pasir Kristal silica berwarna putih dengan terdapat Kristal biru sebagai indikator kemampuan penyerapan. Ketika Kristal biru berubah menjadi putih berarti Kristal perlu diganti dengan yang baru.

Kelebihan

  • Menyerap bau
  • Pasir selalu kering
  • Mudah saat mengambil kotoran
  • Berbentuk Kristal yang beresiko tertelan terutama untuk kitten

Kekurangan

  • Harga lebih mahal drai pasir zeolit dan pasir gumpal bentonite
  • Silica dapat beresiko menyebabkan silikosis yang akan mengganggu saluran pernapasan

 

5. Pasir Organik

Pasir organik saat ini mulai dikembangkan, pasir ini terbuat dari bahan-bahan daur ulang seperti koran atau kertas bekas, serbuk kayu, jagung, gandum, dan bahan lainnya. Pasir organic pun sekarang sudah dijual dipasaran dengan bentuk seperti pellet.

Kelebihan

  • Aman
  • Ramah lingkungan
  • Harga cukup murah
  • Tidak menimbulkan debu

Kekurangan

  • Tidak dapat digunakan berkali-kali
  • Masih jarang yang menjual pasir ini

 

sumber: tanyadokterhewan.com

Menanam sayur untuk konsumsi sendiri

Manfaat sayur sayuran secara garis besar adalah sumber serat, vitamin, dan mineral yang cukup baik bagi tubuh dan kesehatan manusia. Secara umum manfaat sayuran adalah sebagai berikut :

  • Melancarkan BAB
  • Pencernaan yang sehat
  • Sumber vitamin, mineral, dan gizi bagi tubuh
  • Sumber utama serat
  • Mencegah kanker
  • Meningkatkan sistem imun
  • Meningkatkan kesehatan syaraf dan mata (sumber: manfaat.co.id)

Apalagi kalau sayurnya kita tanam sendiri. Anda dapat menanam sayur dengan cara konvensional di tanah atau menggunakan sistem hidroponik/aquaponik. Jadi Anda tetap bisa menanam sayur walau tidak punya lahan.

Berikut ini adalah beberapa sayuran yang dapat ditanam secara konvensional maupun menggunakan teknik hidroponik/aquaponik

1. kangkung 

  • Sangatmudahdibudidayakan
  • Memilikiperakaran yang tidakterlalukuat
  • Dalampemeliharaannyamemerlukan air secaraterusmenerus
  • Lebihmenyukaitempatterbukatetapitidakterlaluterik
  • Tanamaninitumbuhcepatdanmemberikanhasildalamwaktu 25 – 30 hari.

2. Bayam 

  • Ada duajenisbayam yang bisaditanamyaitubayammerahdanbayamhijau
  • Cocokdibudidayakan di dataranrendahmaupundatarantinggi
  • Memerlukansinarmataharisepanjanghari
  • Umurpanen 20-25 harisejakpembibitan/persemaian

3. Selada 

  • Dapat tumbuh di iklim panas meskipun pertumbuhannya tidak sebaik apabila ditanam pada daerah beriklim sejuk
  • Sudah bisa dipanen pada umur 30-35 hari setelah persemaian
  • Tandaseladasiappanenadalahjikadaunbawahnyasudah hamper menyentuh media
  • Bisa dengan mencoba rasanya seperti segar dan renyah berarti sudah siap panen. Jika terlambat dipanen, rasanya akan pahit

4. Sawi/Caisin 

  • Relatif tahan terhadap hujan dan pancaroba sehingga dapat ditanam sepanjang tahun
  • Tidak memerlukan banyak air
  • Dapat dipanen 25-30 hari setelah semai
  • Waktu panen juga dapat dilihat dari warna, bentuk dan ukuran daun. Apabila daun terbawah sudah menguning, harus segera di panen

5. Pakcoy 

  • Jika sawi batangnya lebih ramping dan memanjang, pakcoy memiliki batang yang lebih besar dan pendek, serta struktur daunnya lebar.
  • Dapat dipanen 25-30 hari setelah semai
  • Ciri-cirinya pakcoy yang sudah bisa dipanen adalah daun sawi dewasa berbentuk oval melebar, tangkai daunnya berwarna hijau cerah, bentuknya relative pendek